Aku pikir
Aku pikir lagi
Dan aku pikir - pikir lagi
Bapak presiden, kepala negara, kepala pemerintahan berarti
Semua nasib bergantung dengan tanda tangannya
Nasib saya, nasib mereka, nasib ya nasib
Lalu, udara - langit, tanah - hutan, air - laut semua dalam kendali satu orang
Rakyat, numpang hidup?
Tunggu tunggu
Aku pikir
Aku pikir lagi
Aku pikir pikir lagi
Rakyat
Presiden
Negara
Dan pembuat puisi
Lalu ada pembaca puisi
Siapa yang lebih berani ?
Aku pun takut diculik, takut di siram air keras, takut di kriminalkan
Kenapa jadi menakutkan ? Aku hanya ingin membuat puisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar