Aku pergi ke dalam lautan
Dan kutemui
Monster
Yang tidak pernah diceritakan
Atau digambarkan
Aku pikir, dia pikir
Saya monster juga
.
Aku pergi ke dalam lautan
Dan kutemui
Monster
Yang tidak pernah diceritakan
Atau digambarkan
Aku pikir, dia pikir
Saya monster juga
.
I run off
From hand to hand
Home to home
To find my self
That lost on way
And its long way
Beside river, freeze
With no name
No cover up
Just me and breeze
On lay of fame
And lighting
With no clap
I see, my self
Still run off
From my body
That hurt
Within
Mencekam
Saat pijakan mulai bergeser
Dan dinding enggan menahan beban
Lalu luluh
Dan menjadi debu
Tanah pun bergoyang
Rumah
Dan pikiran
Lautan pun
Enggan meluap
.
Meluap lah
Menyembur lah
Bakarlah
Marahlah
Dan menangis
Hingga magma di jantungmu
Mengalir bagai bengawan
Mungkin kamu lelah
Terpendam dalam
Dan mulai menjerit
Tanpa tahu apa abu vulkanik
Yang terbang
Menjangkau awan, menjangkau
Kematian
Look at sky tonight
Look at darkest night
Look at shadow of life
Look at your depth Heart
May be, there is words
That you keep bury beside
Tears, and river
That reflected to your face
That you keep alive
.
I saw face like moon
Always there, with bright
With shadow too
With darkest and light
Or something more depth
With feel, with felt
And none to see in there
On moon of half
Or full moon
.
But, I
Here living inside
The moon of your heart
And your felt that I ease
Because the moon is mine
With all the shadow to reflected on each heart
Adakah hati yang tersesat
Lalu menengadah
Meminta pencipta
Ohh, adakah jalan menuju cahaya
Dan bintang-bintang berkelip
Di malam petang
Dan angin berhembus, membawa kabar
Kepulangan dan rindu
Menjadi satu air mata
Yang mengalir menuju anak sungai
Yang menyirami gerbangnya
Kehidupan cinta para pengelana
Kepada, sang pemilik hati yang tersesat
Apakah kamu tahu jalan pulang?
Atau memang kamu memutus takdir
Yang telah kamu bunuh, sedari janin
Dan tanpa sadar
Kamu mengubur, jiwa yang ingin hidup
Beterbangan, hinggap dipermukaan
Sebagian terhirup
Masuk ke paru paru manusia
Ayam, burung, sapi dan kucing
Dan sebagian hinggap di daun
Yang hijau, lalu layu
Dan tidak berbentuk lagi pohon
Tandus gersang, mendekati kematian
.
Di mana tanggung jawab kamu?
Atas bumi yang kamu gali
Dan kamu jual
Lalu istana megah tempat kamu lelap
Dan menjamu para kolega
.
Bumi itu milik
Rakyat yang tidak pandai bernegosiasi
Tidak mampu menyuarakan hak
Dan kehidupannya sempit
Tetap saja, diracun atas nama ekonomi keberlanjutan
.
Debu itu beterbangan
Atas nama perusahaan
Dan pemerintah yang membubuhkan
Tanda tangan
Lalu yang menelan
Aku, makhluk melata
Yang enggan hidup