Kamis, 23 Juli 2026

Puisi lingkungan hidup : Debu

 Beterbangan, hinggap dipermukaan

Sebagian terhirup

Masuk ke paru paru manusia

Ayam, burung, sapi dan kucing

Dan sebagian hinggap di daun

Yang hijau, lalu layu

Dan tidak berbentuk lagi pohon

Tandus gersang, mendekati kematian

.

Di mana tanggung jawab kamu?

Atas bumi yang kamu gali

Dan kamu jual

Lalu istana megah tempat kamu lelap

Dan menjamu para kolega

.

Bumi itu milik

Rakyat yang tidak pandai bernegosiasi

Tidak mampu menyuarakan hak

Dan kehidupannya sempit

Tetap saja, diracun atas nama ekonomi keberlanjutan 

.

Debu itu beterbangan

Atas nama perusahaan 

Dan pemerintah yang membubuhkan

Tanda tangan

Lalu yang menelan

Aku, makhluk melata 

Yang enggan hidup 


Puisi kehidupan rakyat jelata: UMR

 UMR

UMR

UMR

UMR

4 juta

Harga rumah 

1 M 

Beli rumah 

1 M : 4.000.000

250 bulan, 20 tahun + 10 bulan 

?

Tidak beli rumah, gelandangan

Beli rumah, makan angin 


Rabu, 22 Juli 2026

Puisi usang : menua

Waktu telah memakan usia

Kutemukan diri

Dalam kuat

Dalam perasaan


Puisi menjelang subuh : larut

Malam

Berselimut bulu

Dimandikan bintang

Ditemani sang raja

Hangat

Dalam tenda kecil

Hanya dengan 

Api unggun 

Yang dilarang padam

Dan susu telah diminum

Dan mimpi, membangunkan fajar

.

Aku larut

Dalam selimut malam

Dalam hembusan 

Dalam lirih doa

Dalam tangisan

.

Malam 

Sesunyi ini 

mengunci hati

Mengunci pikir

Mengunci kehidupan

Mengunci aku

Aku pun larut dalam malam

Disisimu 

Minggu, 19 Juli 2026

Ruby

Terpendam dalam

Kesunyian

Menyala dalam 

Gemerlap kota 

Aku adalah ruby

Ruby yang kamu pahat

Bulat, dan memancing mata

Mengkilap

Terpesona.

Ruby itu menjadi milik

Dan kecantikan akan abadi

Di usia yang senja

Dan semakin senja


Kerinduan Bumi

 Bumi yang gersang, bumi yang hampir mati

Bumi yang tandus, bumi yang kering

Merindu akan hujan

Hujan lembut dan terpercaya

Membawa kehidupan 

Membawa harapan 

.

Puisi 

Menjadi pengobat, puisi penyembuh

Puisi kehilangan, puisi kerinduan

Puisi kehormatan 

Kepada puisi, sampaikan perasaan rindu

Pada pemilik hati 

Yang tidak lagi 

Tidur nyenyak 

Sampaikan bahwa malam

Menjadi sangat dingin

Siang menjadi panas

Air menjadi asin

Dan bumi kemarau

Kepadamu sang kasih 

Jika saja, laut bisa terbelah lagi

Aku akan mencuri

Hati yang engkau asingkan

Menjamu tamu tuhan

Rumah Tuhan

Rumah manusia 

Rumah dalam mimpi

Dan perjalanan sunyi

.

Kerinduan 

Tanpa akhir, tanpa kepastian

Dan panggilan

Adalah kesyukuran