Waktu telah memakan usia
Kutemukan diri
Dalam kuat
Dalam perasaan
Waktu telah memakan usia
Kutemukan diri
Dalam kuat
Dalam perasaan
Malam
Berselimut bulu
Dimandikan bintang
Ditemani sang raja
Hangat
Dalam tenda kecil
Hanya dengan
Api unggun
Yang dilarang padam
Dan susu telah diminum
Dan mimpi, membangunkan fajar
.
Aku larut
Dalam selimut malam
Dalam hembusan
Dalam lirih doa
Dalam tangisan
.
Malam
Sesunyi ini
mengunci hati
Mengunci pikir
Mengunci kehidupan
Mengunci aku
Aku pun larut dalam malam
Disisimu
Terpendam dalam
Kesunyian
Menyala dalam
Gemerlap kota
Aku adalah ruby
Ruby yang kamu pahat
Bulat, dan memancing mata
Mengkilap
Terpesona.
Ruby itu menjadi milik
Dan kecantikan akan abadi
Di usia yang senja
Dan semakin senja
Bumi yang gersang, bumi yang hampir mati
Bumi yang tandus, bumi yang kering
Merindu akan hujan
Hujan lembut dan terpercaya
Membawa kehidupan
Membawa harapan
.
Puisi
Menjadi pengobat, puisi penyembuh
Puisi kehilangan, puisi kerinduan
Puisi kehormatan
Kepada puisi, sampaikan perasaan rindu
Pada pemilik hati
Yang tidak lagi
Tidur nyenyak
Sampaikan bahwa malam
Menjadi sangat dingin
Siang menjadi panas
Air menjadi asin
Dan bumi kemarau
Kepadamu sang kasih
Jika saja, laut bisa terbelah lagi
Aku akan mencuri
Hati yang engkau asingkan
Rumah Tuhan
Rumah manusia
Rumah dalam mimpi
Dan perjalanan sunyi
.
Kerinduan
Tanpa akhir, tanpa kepastian
Dan panggilan
Adalah kesyukuran
Aku tersesat di lautan pikiran
Menimbun batu, meledak
Dan Lapindo mengusir orang,
Mematahkan cita & cinta
.
Mungkin, katamu yang manis
Sangat menyesatkan hati
Yang teguh pada pertiwi
Menjual demi dolar
Dan meninggalkan rupiah
Yang hendak terjun
Ke dunia baru.
.
Kita tahu, kita pernah
Bahkan masih mengingat
Dan membaca diary
Tentang cerita yang layak
Untuk dikatakan
Bahwa sesat
Adalah perjalanan menuju
Kebenaran
Where is spring water
To make a live
To make flower growing
And tree
And root
And fish
.
I found a spring
But water came a long
With river
And sea
.
I found a spring water
In you
And Build House
That keep us warm