Kamis, 04 Juni 2026

Rasa cintaku

 Pohon 

 Bunga

 Dan aku

 Mungkin burung tekukur

Pohon mangga yang aku tanam, menjadi besar dan berbuah manis dan sudah ditebang kemarin

Bunga yang aku tanam dan kutinggalkan merantau, semoga dia baik baik saja

Aku disini yang hobi menulis puisi

 Burung tekukur yang aku bawa pulang tidak mau makan sendiri, membuat aku sedih

Garis garis kehidupan, seperti jalan yang sengaja diciptakan 

Entah Tuhan, entah manusia

Jalan jalan itu panjang 

Jalan jalan itu penuh cerita

Jalan jalan itupun ditanami bunga

Izinkan burung tekukur kau bernyanyi


Sebutkan tentang cantik


 


Janji alam

Kepada kecantikan, padamu aku mengiba

Rasa sayang, sebagai penghibur hati

Rasa cinta yang menenggelamkan hati

Dan waktu yang mencuri

Aku katakan kepada sang pemilik kecantikan,

Jika aku adalah pemilik

Dan engkau enggan memiliki

Pudarlah sang dewi

Terkena cahaya dan gelap menyelimuti


Jika Aku tidak bisa menulis puisi lagi

 Jika aku sudah tidak bisa 

Membuat puisi lagi, ingin kukatakan

Bahwa, cintaku pada puisi

Tidak pernah sirna

Aku izinkan 

Semua makhluk yang bernyawa

Menuliskan puisi

Tentang hati, yang selalu hati-hati

Tentang kata, yang selalu berkata-kata dalam diam

Dan pikir, yang selalu pikir-pikir dahulu

Dan, jari jemari tetap menari dengan keindahan lewat kata

Aku mau, puisiku sehidup dengan umur dunia, membasuh waktu

Yang menjadikan sejarah

Tetap terbaca kan oleh detik. 

Ya, aku mau 

Menulis puisi hingga aku tidak menulis lagi

MBG. Tidak ada yang gratis

 Tidak ada yang gratis

 Termasuk M B G

 lantas, bapak siapa yang bayar? 

 Bapak siapa, yang memberikan ide kata gratis

 Tis

 Bapak siapa, 

 Makanan bergizi, hak semua W N I 

yang keracunan M B G siapa? 

G nya, dari mana ? 

Siapa yang beli kata G ? Tidak beli 

Jika gratis, dari mana ? 

Apakah itu tidak pakai dolar seperti orang desa? 

Pakai apa, sayang? $olar

Ah, aku pusing memakai huruf G, 

bisakah aku hapus dari, puisiku

Atau ini sebuah pemaksaan, dari M B G

Makan, sudah benar 

Bergizi, tepat

G, apa? Tidak boleh kata gratis

Lalu, aku khawatir. Anakku pula yang makan M B (tidak pakai G) 

Maafkan ibu, ibu tidak mampu menghilangkan jejak jejak kesedihan 


Jadikan aku, anaknya jokowi

 Wahhh

 Aku mau jadi siapa? 

 Ketum partai, wapres, atau sosialita

 Wahhh

 Masa depan cerah tinggal tunjuk

 Seru deh

Kira-kira, apakah saya masih diizinkan menulis puisi ini

Ohh, tentu aku tidak perlu minta izin

Mereka yang izin kepadaku

.

Kaesang

Gibran atau

Mbak kah yang ayu

Ahhh, seru nih

Mohon izin, aku tidak mampu 

Aku hanya suka menulis puisi saja

Love, power & money

Elizabeth 

Elizabeth 

Cleopatra

Oh Mata Hari


Rabu, 03 Juni 2026

Dukaku mendalam

 Masih ingin kusampaikan 

 dukaku yang belum sembuh 

 Atas Aceh, sumbar, Sumut 

 Hutan kalian

 Pohon kalian

 Mata air itu, memberikan kehidupan 

 Air mata itu, sudah kuusap dengan 

 Apa yang aku lakukan, apa yang aku sebut, apa yang aku tulis di sini

 Pelipur lara, 

 Sakit yang tidak kunjung sembuh, sakit mendalam hingga kalbu, sakit hingga ratusan tahun

 Bukan, bukan karena sawit.

 Bukan, bukan karena 

Tapi takdir atas persetujuan. Hitam diatas putih.