Sayang, menjadi lebah ratu
Punya koloni
Dan hanya melahirkan ratu
Semua menjadi
Matriarkat
.
Sayang, menjadi lebah ratu
Punya koloni
Dan hanya melahirkan ratu
Semua menjadi
Matriarkat
.
Runut
Tidak mesti benar
Weton
Tanda sebuah zaman
Dan Asmara
Menjadi kisah semolina
.
Tanggal, sebagai tanda
Bukan berarti nasib
Patok menjadi batasan
Bukan penyelamat
.
Pertemuan yang awal
Bermanis ria, dan
Menjalar menjadi kisah,
Terhalang oleh weton
Cerai, tidak bersatu
Atau kematian
Yang menyisakan Lara
.
Jika pernikahan
Ditakdirkan oleh tanggal
Lahir,
Izinkan aku memilih Jodoh
.
Tapi cinta hadir
Dari kata manis,
Peringai yang baik
Dan kejujuran
.
Lalu, aku bisa apa
Memilih cinta yang bersemi
Atau garis weton
Emang bener
pemerintah harus dikritik
Di demo
Di berikan aspirasi
Di
.
Banyak yang perlu
Disadarkan
Dibuatkan kopi
Biar melek
Kalau rapat
.
Takut diculik
Ya udah kita culik aja pemerintahnya
Kayak Trump,
Presiden menculik Presiden
Trump menculik Madurro
Atau kayak
.
Invasif
.
Ini gila sih kalau dibiarkan
.
Siapa temanya presiden kita?
Masalahnya, musuhnya dijadikan teman
.
Tega banget ya,
Atau masa bodoh
Atau sengaja tutup
Mata hidung telinga
Rasa tanggung jawabnya dimana?
.
Kamu keruk loh, bumi
Kamu ambil
Dan itu
Untungnya 100% x 1000%
.
Kenapa
Nggak kamu kasih, jalan
Listrik
Sekolah
Kesehatan
Akses,
.
Sadar sih, kenapa
Mereka ambil pekerja
Dari jauh,
.
Teganya kebangetan,
.
Ada uang,
Ada pemerintah
Ada CSR,
Kok ?
Ya Allah
Semua yang melewati batas,
Malam menjadi selimut
Menjadi tidur
Menjadi dingin
Menjadi hantu
Menjadi sunyi
.
Kok
Ada, manusia menjual manusia
Menjual janji, menjual HAM
Menjual jantung
Dan memnjual negara
Dan menjual ilusi kemakmuran
.
Cerdik sih,
Buat konflik, buat senjata
Biarkan perang
Ambil,
Berikan kemerdekaan
Jual kemerdekaan
Biarkan menjadi abu
Asal cuan
.
Bukan ham yang diberikan
Tapi jual ham demi
Perut Ibu, agar nurut
Itu saja, tapi kelewat batas