Semua Terpuisikan
Senin, 29 Juni 2026
say something stupid
Minggu, 28 Juni 2026
Janji, tidak janji
Bila saja
Kalender bisa digulung
Dan jam bisa putar balik
Dan rumah berpindah, mungkin
Aku akan menjadi bulan
Agar malam itu menjadi indah
Atau aku menjadi matahari
Agar tetap hangat
Lalu menjadi salju
Agar tetap memelukku
Tapi, ini semua hanya menjadi
Penghibur
Antara langit
Dan bumi
Lalu lautan dan daratan
Yang asing dan bersatu
Dan musim panas berlalu, begitu pula
Dengan janji, menjadi abu
Dan kejadian berulang
Aku tidak melupakan namun memilih
Akhir di sini,
Tidak terhubung kembali
Dan hilang dari rasa
Tekukur
Kusebut namamu
Di manapun kamu berada,
Kutumbuhkan perasaan agar ada di dada
Dan selalu kujadikan kamu
Penenang mata hatiku
.
Cahaya sunyiku
Cahaya relung
Temanku, dan sayangku
Seakan
Kupindahkan sedikit nyawaku untu
Kehidupan
Kepada dimensi
Waktu yang menjadi cerita
Dan bumi yang dipijak
Lalu bulan yang beredar
Aku yang terdiam mengamati
.
Jika saja
Aku melompat tinggi, menuju awan tanpa jatuh
Akankah ada pertemuan dengan aliaen
Seperti cerita tadi sore.
.
Aku adalah cahaya,
Lebih cepat dari suara
Atau hembusan nafasmu
Dan bisikan doamu
Lalu
Tuhan yang kamu ragukan
Sangat dekat
Dan lebih cepat dari aku
Gemuruh langit
Rindu yang kusebut
Adalah rasa sakit yang tertahan dan
Dokter pun enggan mengobati
Lantas, penyakit ini
Hanya membutuhkan sedikit pelukan hangat
.
Apakah akan menjadi air yang menguap
Lalu hilang menjadi awan dan jatuh
Menumbuhkan rasa cinta
Atau seperti angin yang membawa kabar tentang mendung
Yang menurunkan hujan
Atau hanya bintang yang hadir di malam pekat
.
Izinkan aku melihat pagi
Seperti kemarin dan menjadi
Udara segar untuk kejutan
.
Rasa rindu adalah gemuruh langit
Yang membawa kabar hujan
Jumat, 26 Juni 2026
Tidak akan usai
Hariku
Sama dengan harimu
Dan kamu menjadi
Dan akupun menjadi
Lalu kita bertemu dipersimpangan Jalan
Saling menyapa
Sedikit bergosip
Lalu pergi
Bukan untuk menghilang
Atau lupa
Hanya jalan yang kita lalui
Berbeda
Kamis, 25 Juni 2026
Menjulang tinggi
Gunung,
Angin
Laut
Patok,
Mungkin sungai yang membawamu kebebasan
Atau burung-burung yang kembali ke sarang di sore hari
Atau owh, yang mulai mengincar di malam hari
Lalu aku yang sengaja berkata tidak, untuk kamu
.
Gunung yang menjulang tinggi, memisahkan lembah
Menjadi jurang yang curam
Angin yang meniup kapal
Membawa kabar kabar dari negeri seberang
Laut yang berombak, melayarkan jiwa - jiwa yang hampir putus asa
Pada harapan hanya untuk yang maha kuasa
Dan patok, yang memisahkan aku dan kamu atas hukum negara