Sabtu, 04 Juli 2026

Soros: sang penjagal manusia

 Kok 

Ada, manusia menjual manusia

Menjual janji, menjual HAM

Menjual jantung

Dan memnjual negara

Dan menjual ilusi kemakmuran

.

Cerdik sih, 

Buat konflik, buat senjata

Biarkan perang

Ambil, 

Berikan kemerdekaan 

Jual kemerdekaan 

Biarkan menjadi abu

Asal cuan

.

Bukan ham yang diberikan

Tapi jual ham demi

Perut Ibu, agar nurut

Itu saja, tapi kelewat batas

Sell singapore (#)

 Kamu mau jual negara?

Jual negara kecil dari membegal

Kekayaan negara besar

.

Cerdik sih, 

Mampu menjadi calo

memberikan garansi

Keamanan, yang tidak aman

.

Tetap saja, kadal 

Tetap menjadi kadal

Tidak mampu bermetamorfosis

Menjadi komodo

Mungkin bisa

Punya bisa, 

.

Entahlah 

Mereka manusia 

Tetapi suka memprovokasi 

Membakar hati

Membakar duit

Membakar lainnya

.

Curiga deh, sama tetangga sebelahnya 

Kan mereka masih satu kelompok

Atau memang sedang berkelompok

Berlapang dada

 Sudah semestinya

Republik menerima rakyat

Yang suka 

Memberikan aspirasi

Dan tekanan

Seperti para 

Penyair.

Atau para penyokong demokrasi

Menerima demonstran 

Dengan lapang

Dan siap dengan segala 

Argumennya 

.

Itu bagus 

Dan uang sebagai 

Ongkos jalan bukan

Untuk membungkam

Toh itu uang,

Dipungut dari ayah/ibu


Harga sebuah kekayaan

 Bertahun -tahun aku mencari jawaban

Kemana uang? 

Kemana kekayaan?

Kemana harta karun?

Siapa yang memiliki itu semua?

.

Bukan aku

Bukan 80% rakyat

Bukan negara

Bukan infrastruktur 

Lalu siapa?

Jawabannya aku temukan

Siapa yang menggali harta karun

Siapa yang duduk tanda tangan

Siapa yang setuju

Dan siapa yang dekat dengan beliau

.

Aku bukan sedih, tapi miris

Harta karun itu sebaiknya dibagi

Digunakan untuk rakyat

Atau dikelola untuk rakyat

Nyatanya,

Dimakan oleh mereka sendiri

.

Rakyat hanya kebagian

Debu

Menggali

Dan kecelakaan

.

Kesehatanpun dirampas

Pendidikan diabaikan

Jalan dibiarkan kumuh

Rumah beralaskan tripleks

Beratapkan seng

Dan dibakar matahari


Jumat, 03 Juli 2026

Update of floor

 Lantai yang dipijak

Menjadi dasar

Dan tangga menjadi penghubung

Dan lift langkah tercepat

.

Menjadi puisi, menjadi langit yang luas

Yang menggambarkan bumi

Dan mendengarkan nyanyian 

Makhluk hidup

.

Aku bukan puisi, 

Yang menceritakan kejadian, akulah

Kejadian itu yang 

Berubah menjadi puisi

Lalu kamu baca

Dan tidak kamu pahami

.

Akulah 

Kejadian berulang

Yang membosankan untuk menjadi puisi

Karena ini realita 

Hilang

 Hilangnya, 

Bukan karena kehilangan

Atau ditinggal 

Seperti anak ayam

.

Hilangnya

Melepaskan, kata

Kata hati, mata hati

.

Apakah 

Sama, saat kehilangan bukan objek

Tapi subjek

Tanpa keterangan, 

Hanya kehilangan 

Waktu dan situasi

Yang tidak pernah diberikan kata 

Penjelasan

Bisa terpikat ?

 Ilusi itu

Menjadi nyata dan tidak nyata

Membuat mata

Menangkap kecantikan

Yang tidak bisa dicopy

Menjadi identitas 

Menjadi pribadi

Menjadi icon

.

Ilusi itu 

Bewarna harmonis

Menyatu dan indah

Mengkilap

Memantulkan kekaguman

.

Ilusi itu

Ada benci, selain cinta

Dan benci tetap menjadi

Cinta yang terpendam

Menjadi iri

Atas ilusi yang 

Tidak pernah meninggalkan

Tuanya