Jumat, 26 Juni 2026

Tidak akan usai

 Hariku

Sama dengan harimu

Dan kamu menjadi

Dan akupun menjadi

Lalu kita bertemu dipersimpangan Jalan

Saling menyapa

Sedikit bergosip

Lalu pergi

Bukan untuk menghilang

Atau lupa

Hanya jalan yang kita lalui

Berbeda

Kamis, 25 Juni 2026

Menjulang tinggi

Gunung, 

Angin

Laut

Patok,

Mungkin sungai yang membawamu kebebasan

Atau burung-burung yang kembali ke sarang di sore hari

Atau owh, yang mulai mengincar di malam hari

Lalu aku yang sengaja berkata tidak, untuk kamu

.

Gunung yang menjulang tinggi, memisahkan lembah

Menjadi jurang yang curam

Angin yang meniup kapal 

Membawa kabar kabar dari negeri seberang

Laut yang berombak, melayarkan jiwa - jiwa yang hampir putus asa

Pada harapan hanya untuk yang maha kuasa

Dan patok, yang memisahkan aku dan kamu atas hukum negara


Jangan dulu, dipikir dulu

Sudah ke UGD
Tetap saja, jangan gegabah
Dipikir dulu, apakah lebih baik
Atau hanya praktek, mal praktek
Pelan-pelan
Kita lihat arah, semakin banyak yang waras
Semakin lebih baik
Kondisi semakin sulit, dada membara
Tetap waspada 
Tolong, jangan sampai diambil alih
Belajar dari sejarah 
Sejarah yang mengajarkan
Tahan, tahan lagi
Memang tidak lebih baik, 
Jangan lebih buruk
Atau tragis, masih ada mimpi
Dari putri kecil
Untuk persatuan Indonesia 

Selasa, 23 Juni 2026

The dear 🫎🦌

Bagaimana 

Aku bisa merasa aman, saat berburu

Kamu pilih diriku

Aku pun ingin hidup

Namun kamu juga

Memilih aku sebagai jamuan

Meski aku adalah hewan

Tapi jiwaku juga ingin hidup

Lebih baik dari itu 

Salahkah, jika kamu saja yang aku makan

Tapi aku tidak suka 

.

Aku pun berlari diantara kehidupan kehidupan

Dan memilih jalur tersembunyi agar

Kamu tidak menemuiku

Kamu mulai mengendus jejak 

Yang kulalui

Seperti bau badanku yang tertinggal diantara rerumputan

Dan kamu mulai 

Mencari jalur kehidupan 

Yang telah aku hindarkan

Hanya untuk menangkapku


Sabtu, 20 Juni 2026

Angin barat

Pilihlah aku untuk melaju

Menuju timur dari sini

Dan membuat 

Istana dari kehidupan

Yang aku susun dari

Mimpiku semalam

Kamis, 11 Juni 2026

Hilang - kehilangan - dihilangkan

 Dari cermin aku lihat

Diriku

Yang tidak seperti aku

Dan aku bukanlah diriku

Kurengkuh waktu yang membuat aku

Merasa kehilangan 

Dan terlupakan olehnya

Janji janji telah membuatku

Merasa hilang dari 

Hingga kupenuhi

Jiwaku dengan rasa 

Dihilangkan 

Oleh Ibu.


.

Ibu jika kehilangan adalah rasa sakit

Mengapa aku harus hilang dari peluk hangat

Aku merasa dingin dengan rindu yang tidak pernah 

Disampaikan oleh kertas

Dan aku hilang tanpa tahu kemana harus kembali

Apakah ini sengaja? 

Untuk dihilangkan oleh 

Rabu, 10 Juni 2026

Cecil

 Cecil, Cecil kupanggil nama kecil mu 

Dan kamu sudah tidak pernah mau menoleh 

Dan aku menjadi kekasihmu 

Sedari kita bertemu 

Yang aku mau, 

Yang kita percayakan bersama 

Dan selamanya 

Dan itu aku bersamamu yang aku sebut

Bagian dari sayangku dan sayang kita 

Yang kita rindukan sepanjang 

Malam dan gelapnya hati 

.

Cecil, Cecil 

Bisu adalah anak panah 

Melukai kata kata manis kita dulu 

Yang membuat kamu mau 

Selalu 

Dalam pelukan kita

Undur diri

Kamu yang takut kehilangan 

Aku yang aku cengkram

Kamu yang malas

Aku yang kamu perbudak

Kamu yang bodoh

Aku yang kamu bodohi

Lalu

Fungsi aku sebagai

Betul - betul 

Jika saya adalah saya

Dan kamu adalah kamu

Lalu 

Kenapa saya yang patuh

Dan kamu suka suka

Atas nama … 

Undur diri

Gitu

Siapa yang melarang 

Saat itu adalah larangan 

Mengapa dilarang

Hanya karena 

-

Banyak larangan larangan

Yang menguntungkan bagi A

Merugikan B berkedok

Sayang, melindungi, selamat

Ahhh, siapa korban itu? 


Kapan terakhir kali


 

Bila saja uang adalah kecantikan

Dan baju adalah kemakmuran

Apakah kamu masih menahan diri

Untuk menjadi dirimu

Apakah itu sudah cukup 

Agar kamu menerima sebuah 

Rasa hati yang tulus

Dan bakti 

Pada tubuh yang bekerja keras

Menopang agar kamu hidup

Jika uang adalah harga

Mengapa kecantikan itu lenyap

Tanpa disebut sebagai kebahagiaan

Izinkan 

Dear, my reader

 Teruntuk para pembaca

Izinkan aku menyapa

Bintang berkelip di malam 

Yang menambah keindahan 

Adalah kalian

Bagiku, sebuah kehormatan 

Ada penikmat puisi yang tulus

Dan kegembiraan 

Kalian menyukai baris baris kaku

Dan ketakutan 

Saat jari mulai ikut basa basi

Dengan kejadian hari ini

Rasa syukur

Saat tahu 

Kunjungan kalian adalah inisiatif

Selasa, 09 Juni 2026

Jejak

 .. 

Jejak itu nampak dari

Foot Print

Aroma tubuh yang menguar

Sentuhan

Air liur

Dan 

Tertinggal

Jejak itu membawa cerita

Dari kata

Dari waktu 

Dan residu


Kamis, 04 Juni 2026

Rasa cintaku

 Pohon 

 Bunga

 Dan aku

 Mungkin burung tekukur

Pohon mangga yang aku tanam, menjadi besar dan berbuah manis dan sudah ditebang kemarin

Bunga yang aku tanam dan kutinggalkan merantau, semoga dia baik baik saja

Aku disini yang hobi menulis puisi

 Burung tekukur yang aku bawa pulang tidak mau makan sendiri, membuat aku sedih

Garis garis kehidupan, seperti jalan yang sengaja diciptakan 

Entah Tuhan, entah manusia

Jalan jalan itu panjang 

Jalan jalan itu penuh cerita

Jalan jalan itupun ditanami bunga

Izinkan burung tekukur kau bernyanyi


Sebutkan tentang cantik


 


Janji alam

Kepada kecantikan, padamu aku mengiba

Rasa sayang, sebagai penghibur hati

Rasa cinta yang menenggelamkan hati

Dan waktu yang mencuri

Aku katakan kepada sang pemilik kecantikan,

Jika aku adalah pemilik

Dan engkau enggan memiliki

Pudarlah sang dewi

Terkena cahaya dan gelap menyelimuti


Jika Aku tidak bisa menulis puisi lagi

 Jika aku sudah tidak bisa 

Membuat puisi lagi, ingin kukatakan

Bahwa, cintaku pada puisi

Tidak pernah sirna

Aku izinkan 

Semua makhluk yang bernyawa

Menuliskan puisi

Tentang hati, yang selalu hati-hati

Tentang kata, yang selalu berkata-kata dalam diam

Dan pikir, yang selalu pikir-pikir dahulu

Dan, jari jemari tetap menari dengan keindahan lewat kata

Aku mau, puisiku sehidup dengan umur dunia, membasuh waktu

Yang menjadikan sejarah

Tetap terbaca kan oleh detik. 

Ya, aku mau 

Menulis puisi hingga aku tidak menulis lagi

MBG. Tidak ada yang gratis

 Tidak ada yang gratis

 Termasuk M B G

 lantas, bapak siapa yang bayar? 

 Bapak siapa, yang memberikan ide kata gratis

 Tis

 Bapak siapa, 

 Makanan bergizi, hak semua W N I 

yang keracunan M B G siapa? 

G nya, dari mana ? 

Siapa yang beli kata G ? Tidak beli 

Jika gratis, dari mana ? 

Apakah itu tidak pakai dolar seperti orang desa? 

Pakai apa, sayang? $olar

Ah, aku pusing memakai huruf G, 

bisakah aku hapus dari, puisiku

Atau ini sebuah pemaksaan, dari M B G

Makan, sudah benar 

Bergizi, tepat

G, apa? Tidak boleh kata gratis

Lalu, aku khawatir. Anakku pula yang makan M B (tidak pakai G) 

Maafkan ibu, ibu tidak mampu menghilangkan jejak jejak kesedihan 


Jadikan aku, anaknya jokowi

 Wahhh

 Aku mau jadi siapa? 

 Ketum partai, wapres, atau sosialita

 Wahhh

 Masa depan cerah tinggal tunjuk

 Seru deh

Kira-kira, apakah saya masih diizinkan menulis puisi ini

Ohh, tentu aku tidak perlu minta izin

Mereka yang izin kepadaku

.

Kaesang

Gibran atau

Mbak kah yang ayu

Ahhh, seru nih

Mohon izin, aku tidak mampu 

Aku hanya suka menulis puisi saja

Love, power & money

Elizabeth 

Elizabeth 

Cleopatra

Oh Mata Hari


Rabu, 03 Juni 2026

Dukaku mendalam

 Masih ingin kusampaikan 

 dukaku yang belum sembuh 

 Atas Aceh, sumbar, Sumut 

 Hutan kalian

 Pohon kalian

 Mata air itu, memberikan kehidupan 

 Air mata itu, sudah kuusap dengan 

 Apa yang aku lakukan, apa yang aku sebut, apa yang aku tulis di sini

 Pelipur lara, 

 Sakit yang tidak kunjung sembuh, sakit mendalam hingga kalbu, sakit hingga ratusan tahun

 Bukan, bukan karena sawit.

 Bukan, bukan karena 

Tapi takdir atas persetujuan. Hitam diatas putih. 


Bapak, Bapak presiden

Aku pikir

Aku pikir lagi

Dan aku pikir - pikir lagi 

Bapak presiden, kepala negara, kepala pemerintahan berarti 

Semua nasib bergantung dengan tanda tangannya

Nasib saya, nasib mereka, nasib ya nasib 

Lalu, udara - langit, tanah - hutan, air - laut semua dalam kendali satu orang

Rakyat, numpang hidup? 

Tunggu tunggu

Aku pikir

Aku pikir lagi

Aku pikir pikir lagi

Rakyat 

Presiden

Negara

Dan pembuat puisi

Lalu ada pembaca puisi

Siapa yang lebih berani ? 

Aku pun takut diculik, takut di siram air keras, takut di kriminalkan

Kenapa jadi menakutkan ? Aku hanya ingin membuat puisi


Pesta babi, pestanya siapa?

Lihatlah anak kecil, menghisap lem

Lalu, anak perempuan hamil atas izin Tuhan tanpa suami, lewat mimpi. Mungkin itu kesalahan AirDrop

Dan para lakon pewayangan, membuat cerita tentang babi 

Babi - babi di kumpulkan dijadikan apa? 

Babi-babi terkumpul dan disuruh menegak air bah

Babi di Papua tidak pernah dan tidak akan menjadi 

-

Kutelusuri sejarah dan kejadian, di mana anak manis yang suka memberi itu dijadikan budak.

Mereka dibesarkan untuk berkata “iya” tanpa perlawanan

Yang melawan diculik dan dibuang tanpa pengenal

Semua yang terlihat manis, kadang berbahaya. Kadang menjadi racun dalam tubuh. Seperti gula yang kamu aduk ke dalam segelas teh hangat di pagi hari.

Sangat nikmat dan mematikan, tetap saja ada penawar yang dicantumkan. Suntikan insulin yang menunda kematian. 

Aku ingat, gadis papua yang kutemui di trotoar kampus yang tidak kusapa. Dia manis, dia memikul harapan dan doa. langkahnya tenang menyusuri cita-cita di hatinya. 

Dia terlihat baik tanpa dendam di wajahnya, memberikan senyuman kecil lewat tatapnya. Gadis itu terlalu indah untuk disebut sebagai 

Ada lagi, kakak. Dia memakai braid berwarna magenta menjuntai hingga ke pinggang. Aku mengelus dan menyentuh keindahan yang tidak kumiliki. Iya, aku tidak memiliki keindahan tanah Papua, bukan berarti aku rela dia diambil orang. 

Diculik, diambil satu persatu, atas nama opm. Merdeka dari siapa ? 

Orang Papua memiliki hak atas tanah Papua, orang Indonesia memiliki hak atas negara Indonesia. Dan Papua adalah NKRI. dan babi-babi itu masih di Papua hendak berpesta.

Aku sebagai anjing pun sedih, saat babi berpesta mungkin aku disuruh menjaga tanah tanah gersang milik tuan. Tidak ada tikus, tidak ada dolar, tapi saya tidak makan dolar.













Rabu, 06 Mei 2026

mbg- g nya menghilang

Hari yang pedih, saat anak anak kelaparan dan pergi sekolah sejauh kilometer
Lalu panas terik membuat 
Kulit mengering dan perut berisi cacing
Apa itu makan ? 
Apa itu sekolah ? 
Saat lapar tidak pernah menjadi kenyang. 

saya adalah bunga

Caraku tumbuh adalah seperti pohon yang berakar kuat berdauh lebat dan berbuah manis. Saya menyukai semua hal keindahan. Bagiku, jalan kehidupan adalah keindahan dan saya memilih jalan menuju taman.
Hari yang menyenangkan dan. Hari yang membuat semua menjadi lebih baik, semua menjadi sebuah mimpi sebuah kasih sayang