Selasa, 30 Juni 2026

Simfoni selat hormuz

Tragis

Dan juga jalan keuangan

Indah

Dan juga banyak kematian

Lara

Dan juga jalan kehidupan

Sedih

Menghidupkan kembali cerita

Tentang orang orang

Yang hidup diantara gunung

Dan menyebrang

Lalu berperang.

Terlalu berani, enggan mati

Menambah kisah, 

Menambah catatan sejarah

Menambah pertanyaan

Menambah spekulasi 

Dan malu, 😞 

Seperti itu, dan terus

Begitu. Lalu 

Terlalu manis

 Diabetes, atau dia 

Atau saya, sayang.


Jalan cinta

Rasa ini asing

Seperti cerita tentang surga

Yang tidak aku lalui

Atau kulihat

Hanya keindahan dan kesenangan

.

Serasa tidak pasti

Serasa pasti

Serasa mimpi

Tapi dibangun berulang kali

.

Rasa yang ditanamkan

Seperti orkestra

Yang indah dan mengusik

Dan terlena

Lalu hilang

.

Atau aroma yang menguar

Dari perfume

Atau bunga

Atau pulau

Atau lautan

Atau pantai 

.

Serasa nyaman dan asing

Dan nyata dan terpendam 

Sungguh 

Sebuah puisi yang tercipta

Kiat kiat sukses

 Gila, KPK pamer duit

Koruptor

Padahal aku lagi

Bokek

Ihhh, gini amat

.

Jadi 

Koruptor enak

Asal

Tidak terdeteksi

Tapi,

Kiat-kiat

Belum diberitakan

Padahal itu penting

Untuk belajar

Agar sukses

Bapakku berijazah

 Rame betul

Rame sangat 

Sampai jadi raja pun, 

Masih rame

Perkara asli dan palsu

Dan valid

Aku sih, 

Tergantung

Jas merah, 

.

Hilang ditelan berita

 Baru saja muncul

Tentang uang, triliunan

Membuatku ngiler

Kok bisa? 

Lalu hilang, 

Padahal aku masih penasaran

Dan mau minta sedikit

Buat bayar semester akhir, 

Atau buat beli sebidang

Tanah negara, lalu dipajaki 

Kemana perginya berita?

Uang hasil korupsi

Adakah trik,a gar tidak tertangkap

Kabar, hoax, propaganda

 Mata mata

Yang kamu tebar

Adalah mata mata

.

Propaganda 

Yang kamu sebar

Adalah propaganda

.

Hoax yang 

Tulis adalah hoax

Yang aku baca

.

Hanya untuk membaca, kadang

Menakuti. Kadang

Angin lalu, 

Papua, menjual nenek

 Cerita yang kamu buat terasa benar

Dan terasa realistis

Dan terasa butuh dukungan

Dan dukungan itu dari, 

Kamu pilih mana

Menjual nenek

Atau menjual emas

.

Mungkin ini bukan 

Tentang harga, tapi pilihan

Atas rumah 

Dan gunung

Dan hutan 

Dan kepala babi

.

Itu pilihan, bukan berarti

Anda yang memilih, atau saya

Atau setuju

.

Itu tentang kesatuan

Tentang rasa memiliki

Tentang cita cita

Kedatanganmu

 Duit, sudah

 Mata, sudah

Kaki, sudah

Kepala, sudah

Apa lagi?


VOC - kisah kelam

 Berapa gulden yang kamu bayar

Atas nyawa seorang ayah,

Atas nyawa seorang Ibu

Atas nyawa anak laki-laki

Atas nyawa anak perempuan

Atas nyawa kakek

Atas nyawa nenek

Atas nyawa raja kami

Atas nama Tuhan kami,

Atas nama tanah air kami

Atas nama luka sejarah

Atas nama pahlawan

Dan kemerdekaan

Kamu masih memata-matai kami

Dan akan mengambil semua


Rafflesia

 Mengapa? 

Kamu suka mencuri

Meski hanya namapun, kamu ambil

Mengubah identitas

Akar budaya, 

Lalu dunia mengenal

Raflesia, 

Kamu tidak punya hak, atas nama

Atas dirimu kecuali ibumu

Atau bapakmu

Dan kamu bukan Ibu

Atau Bapak, atas bunga

Karena tidak lahir di tanah airmu

Apa kami tidak punya nama?

Anak anak, kami beri nama

Begitupun bunga 

Kecewa menjadi tentara

 Sumpah bakti

Telah terucap

Janji-janji kemerdekaan

Sudah tertanda tangani

Dan aku meletakan nyawa

Di ujung senapan

Demi sejengkal tanah yang kumiliki

Lalu, semua pergi

Berlayar, menghilang

Nama nama telah dihapus

Dan rumah rumah telah dibongkar

Aku menghilang

Di negara orang, harapan ketidakpastian

Lalu terbuang

Dan tanpa pengenal

Akupun hilang, hanya sisa pengalaman

Dan sumpah yang dilanggar


Maaf, katamu

 Maaf, akulah yang menghilangkan

Semua yang ada di bumimu

Semuanya telah aku makan

Sebagian dimakan anak cucuku

Dan aku cuci tangan

Maaf, katamu.

Saat emas 1000 ton kamu ambil

Lalu meninggalkan kemiskinan

Dan kamu hanya kirimi rongsokan

Dan hanya merasa kasihan

Maaf, itu saja

Saat semua

Arsip kamu curi, lalu engkau menjadi cendekiawan

Dan mengoceh, lalu diam

Dan menyadari

Bahwa nama nama yang kamu 

Sisipkan tidak lain, hanya untuk

Menamai dirimu

Tanpa mencantumkan sumber

Bahwa itu hasil curian di perpustakaan 

Abadi

Apa itu cukup, 

Kamu datang dengan kata tanpa menukar sebuah harga

Ya, ini tetap milik kami, agar aman disini

Aman dari siapa? Kan kamu

Pelakunya


WAR and peace

 Mereka mencari air, bukan minyak

Atau gas

Atau batubara

Mereka mencari kehidupan

Dengan cara Membuat kematian

Virus

Propaganda, karena mereka tidak 

Punya apa apa

Dan aku

Memilih jalan perang 

Bukan damai

.

Mereka suka kekacauan

Dengan membuat kedamaian palsu

Sengaja menghitung langkah,

Lalu pergi tanpa jejak

Seakan bencana alam

Lalu

Datang kembali

Mengambil hak

Karena 

Kehidupan adalah ujian

Senin, 29 Juni 2026

say something stupid

Hal bodoh yang kamu katakan 
Adalah murni kebodohan 
Dan itu dari dirimu
Dan dia hanya menjadi tumbal
Lalu
Berharap dia mati 
Dan kamu hidup selamanya 
.
Semuanya berawal semanis
Gula, perlahan merusak
Dan menjadi 
Boomerang kehidupan 
Saat sadar.
.
Teruslah mengoceh dan tinggalkan 
Karena kamu akan meredam
Saat dia bangkit dengan
Sendirinya 

Minggu, 28 Juni 2026

Janji, tidak janji

Bila saja 

Kalender bisa digulung

Dan jam bisa putar balik

Dan rumah berpindah, mungkin

Aku akan menjadi bulan

Agar malam itu menjadi indah

Atau aku menjadi matahari

Agar tetap hangat

Lalu menjadi salju

Agar tetap memelukku

Tapi, ini semua hanya menjadi

Penghibur

Antara langit

Dan bumi

Lalu lautan dan daratan

Yang asing dan bersatu

Dan musim panas berlalu, begitu pula

Dengan janji, menjadi abu

Dan kejadian berulang

Aku tidak melupakan namun memilih

Akhir di sini, 

Tidak terhubung kembali 

Dan hilang dari rasa

Tekukur

 Kusebut namamu

Di manapun kamu berada,

Kutumbuhkan perasaan agar ada di dada

Dan selalu kujadikan kamu

Penenang mata hatiku

.

Cahaya sunyiku

Cahaya relung

Temanku, dan sayangku

Seakan 

Kupindahkan sedikit nyawaku untu

Kehidupan 


Kepada dimensi

 Waktu yang menjadi cerita

Dan bumi yang dipijak

Lalu bulan yang beredar

Aku yang terdiam mengamati

.

Jika saja 

Aku melompat tinggi, menuju awan tanpa jatuh

Akankah ada pertemuan dengan aliaen

Seperti cerita tadi sore. 

.

Aku adalah cahaya, 

Lebih cepat dari suara

Atau hembusan nafasmu

Dan bisikan doamu

Lalu

Tuhan yang kamu ragukan

Sangat dekat 

Dan lebih cepat dari aku

Gemuruh langit

 Rindu yang kusebut

Adalah rasa sakit yang tertahan dan

Dokter pun enggan mengobati

Lantas, penyakit ini

Hanya membutuhkan sedikit pelukan hangat

.

Apakah akan menjadi air yang menguap

Lalu hilang menjadi awan dan jatuh

Menumbuhkan rasa cinta 

Atau seperti angin yang membawa kabar tentang mendung

Yang menurunkan hujan

Atau hanya bintang yang hadir di malam pekat

.

Izinkan aku melihat pagi

Seperti kemarin dan menjadi 

Udara segar untuk kejutan

.

Rasa rindu adalah gemuruh langit

Yang membawa kabar hujan

Jumat, 26 Juni 2026

Tidak akan usai

 Hariku

Sama dengan harimu

Dan kamu menjadi

Dan akupun menjadi

Lalu kita bertemu dipersimpangan Jalan

Saling menyapa

Sedikit bergosip

Lalu pergi

Bukan untuk menghilang

Atau lupa

Hanya jalan yang kita lalui

Berbeda

Kamis, 25 Juni 2026

Menjulang tinggi

Gunung, 

Angin

Laut

Patok,

Mungkin sungai yang membawamu kebebasan

Atau burung-burung yang kembali ke sarang di sore hari

Atau owh, yang mulai mengincar di malam hari

Lalu aku yang sengaja berkata tidak, untuk kamu

.

Gunung yang menjulang tinggi, memisahkan lembah

Menjadi jurang yang curam

Angin yang meniup kapal 

Membawa kabar kabar dari negeri seberang

Laut yang berombak, melayarkan jiwa - jiwa yang hampir putus asa

Pada harapan hanya untuk yang maha kuasa

Dan patok, yang memisahkan aku dan kamu atas hukum negara


Ricin

Hal - hal yang membuat aku bahagia
Seperti aku bertemu
Dengan 
Ricin 
.
Ricin yang kamu ceritakan
Menjadi harapan 
Bagi umur yang
Memakan kulit mudaku
Dan nyanyian rindu
.
Seperti waktu yang dimakan malam, lalu siang
Dan bulan, bintang enggan bercerita
Hanya terdiam melihat
Lekukan tanah
Yang kian tidak terlihat harmoni
Seperti kisah hutan, yang digunduli
Dan dihanyutkan oleh bencana, lalu
Tersebutlah sawit
Atas izin negara
Akupun pilu, menangis
Menjadi nestapa 
Atas banjir Aceh, Sumatra 

Jangan dulu, dipikir dulu

Sudah ke UGD
Tetap saja, jangan gegabah
Dipikir dulu, apakah lebih baik
Atau hanya praktek, mal praktek
Pelan-pelan
Kita lihat arah, semakin banyak yang waras
Semakin lebih baik
Kondisi semakin sulit, dada membara
Tetap waspada 
Tolong, jangan sampai diambil alih
Belajar dari sejarah 
Sejarah yang mengajarkan
Tahan, tahan lagi
Memang tidak lebih baik, 
Jangan lebih buruk
Atau tragis, masih ada mimpi
Dari putri kecil
Untuk persatuan Indonesia 

Selasa, 23 Juni 2026

The dear 🫎🦌

Bagaimana 

Aku bisa merasa aman, saat berburu

Kamu pilih diriku

Aku pun ingin hidup

Namun kamu juga

Memilih aku sebagai jamuan

Meski aku adalah hewan

Tapi jiwaku juga ingin hidup

Lebih baik dari itu 

Salahkah, jika kamu saja yang aku makan

Tapi aku tidak suka 

.

Aku pun berlari diantara kehidupan kehidupan

Dan memilih jalur tersembunyi agar

Kamu tidak menemuiku

Kamu mulai mengendus jejak 

Yang kulalui

Seperti bau badanku yang tertinggal diantara rerumputan

Dan kamu mulai 

Mencari jalur kehidupan 

Yang telah aku hindarkan

Hanya untuk menangkapku


Sabtu, 20 Juni 2026

Angin barat

Pilihlah aku untuk melaju

Menuju timur dari sini

Dan membuat 

Istana dari kehidupan

Yang aku susun dari

Mimpiku semalam

Kamis, 11 Juni 2026

Hilang - kehilangan - dihilangkan

 Dari cermin aku lihat

Diriku

Yang tidak seperti aku

Dan aku bukanlah diriku

Kurengkuh waktu yang membuat aku

Merasa kehilangan 

Dan terlupakan olehnya

Janji janji telah membuatku

Merasa hilang dari 

Hingga kupenuhi

Jiwaku dengan rasa 

Dihilangkan 

Oleh Ibu.


.

Ibu jika kehilangan adalah rasa sakit

Mengapa aku harus hilang dari peluk hangat

Aku merasa dingin dengan rindu yang tidak pernah 

Disampaikan oleh kertas

Dan aku hilang tanpa tahu kemana harus kembali

Apakah ini sengaja? 

Untuk dihilangkan oleh 

Rabu, 10 Juni 2026

Cecil

 Cecil, Cecil kupanggil nama kecil mu 

Dan kamu sudah tidak pernah mau menoleh 

Dan aku menjadi kekasihmu 

Sedari kita bertemu 

Yang aku mau, 

Yang kita percayakan bersama 

Dan selamanya 

Dan itu aku bersamamu yang aku sebut

Bagian dari sayangku dan sayang kita 

Yang kita rindukan sepanjang 

Malam dan gelapnya hati 

.

Cecil, Cecil 

Bisu adalah anak panah 

Melukai kata kata manis kita dulu 

Yang membuat kamu mau 

Selalu 

Dalam pelukan kita

Undur diri

Kamu yang takut kehilangan 

Aku yang aku cengkram

Kamu yang malas

Aku yang kamu perbudak

Kamu yang bodoh

Aku yang kamu bodohi

Lalu

Fungsi aku sebagai

Betul - betul 

Jika saya adalah saya

Dan kamu adalah kamu

Lalu 

Kenapa saya yang patuh

Dan kamu suka suka

Atas nama … 

Undur diri

Gitu

Siapa yang melarang 

Saat itu adalah larangan 

Mengapa dilarang

Hanya karena 

-

Banyak larangan larangan

Yang menguntungkan bagi A

Merugikan B berkedok

Sayang, melindungi, selamat

Ahhh, siapa korban itu? 


Kapan terakhir kali


 

Bila saja uang adalah kecantikan

Dan baju adalah kemakmuran

Apakah kamu masih menahan diri

Untuk menjadi dirimu

Apakah itu sudah cukup 

Agar kamu menerima sebuah 

Rasa hati yang tulus

Dan bakti 

Pada tubuh yang bekerja keras

Menopang agar kamu hidup

Jika uang adalah harga

Mengapa kecantikan itu lenyap

Tanpa disebut sebagai kebahagiaan

Izinkan 

Dear, my reader

 Teruntuk para pembaca

Izinkan aku menyapa

Bintang berkelip di malam 

Yang menambah keindahan 

Adalah kalian

Bagiku, sebuah kehormatan 

Ada penikmat puisi yang tulus

Dan kegembiraan 

Kalian menyukai baris baris kaku

Dan ketakutan 

Saat jari mulai ikut basa basi

Dengan kejadian hari ini

Rasa syukur

Saat tahu 

Kunjungan kalian adalah inisiatif

Selasa, 09 Juni 2026

Jejak

 .. 

Jejak itu nampak dari

Foot Print

Aroma tubuh yang menguar

Sentuhan

Air liur

Dan 

Tertinggal

Jejak itu membawa cerita

Dari kata

Dari waktu 

Dan residu


Kamis, 04 Juni 2026

Rasa cintaku

 Pohon 

 Bunga

 Dan aku

 Mungkin burung tekukur

Pohon mangga yang aku tanam, menjadi besar dan berbuah manis dan sudah ditebang kemarin

Bunga yang aku tanam dan kutinggalkan merantau, semoga dia baik baik saja

Aku disini yang hobi menulis puisi

 Burung tekukur yang aku bawa pulang tidak mau makan sendiri, membuat aku sedih

Garis garis kehidupan, seperti jalan yang sengaja diciptakan 

Entah Tuhan, entah manusia

Jalan jalan itu panjang 

Jalan jalan itu penuh cerita

Jalan jalan itupun ditanami bunga

Izinkan burung tekukur kau bernyanyi


Sebutkan tentang cantik


 


Janji alam

Kepada kecantikan, padamu aku mengiba

Rasa sayang, sebagai penghibur hati

Rasa cinta yang menenggelamkan hati

Dan waktu yang mencuri

Aku katakan kepada sang pemilik kecantikan,

Jika aku adalah pemilik

Dan engkau enggan memiliki

Pudarlah sang dewi

Terkena cahaya dan gelap menyelimuti


Jika Aku tidak bisa menulis puisi lagi

 Jika aku sudah tidak bisa 

Membuat puisi lagi, ingin kukatakan

Bahwa, cintaku pada puisi

Tidak pernah sirna

Aku izinkan 

Semua makhluk yang bernyawa

Menuliskan puisi

Tentang hati, yang selalu hati-hati

Tentang kata, yang selalu berkata-kata dalam diam

Dan pikir, yang selalu pikir-pikir dahulu

Dan, jari jemari tetap menari dengan keindahan lewat kata

Aku mau, puisiku sehidup dengan umur dunia, membasuh waktu

Yang menjadikan sejarah

Tetap terbaca kan oleh detik. 

Ya, aku mau 

Menulis puisi hingga aku tidak menulis lagi

MBG. Tidak ada yang gratis

 Tidak ada yang gratis

 Termasuk M B G

 lantas, bapak siapa yang bayar? 

 Bapak siapa, yang memberikan ide kata gratis

 Tis

 Bapak siapa, 

 Makanan bergizi, hak semua W N I 

yang keracunan M B G siapa? 

G nya, dari mana ? 

Siapa yang beli kata G ? Tidak beli 

Jika gratis, dari mana ? 

Apakah itu tidak pakai dolar seperti orang desa? 

Pakai apa, sayang? $olar

Ah, aku pusing memakai huruf G, 

bisakah aku hapus dari, puisiku

Atau ini sebuah pemaksaan, dari M B G

Makan, sudah benar 

Bergizi, tepat

G, apa? Tidak boleh kata gratis

Lalu, aku khawatir. Anakku pula yang makan M B (tidak pakai G) 

Maafkan ibu, ibu tidak mampu menghilangkan jejak jejak kesedihan 


Jadikan aku, anaknya jokowi

 Wahhh

 Aku mau jadi siapa? 

 Ketum partai, wapres, atau sosialita

 Wahhh

 Masa depan cerah tinggal tunjuk

 Seru deh

Kira-kira, apakah saya masih diizinkan menulis puisi ini

Ohh, tentu aku tidak perlu minta izin

Mereka yang izin kepadaku

.

Kaesang

Gibran atau

Mbak kah yang ayu

Ahhh, seru nih

Mohon izin, aku tidak mampu 

Aku hanya suka menulis puisi saja

Love, power & money

Elizabeth 

Elizabeth 

Cleopatra

Oh Mata Hari


Rabu, 03 Juni 2026

Dukaku mendalam

 Masih ingin kusampaikan 

 dukaku yang belum sembuh 

 Atas Aceh, sumbar, Sumut 

 Hutan kalian

 Pohon kalian

 Mata air itu, memberikan kehidupan 

 Air mata itu, sudah kuusap dengan 

 Apa yang aku lakukan, apa yang aku sebut, apa yang aku tulis di sini

 Pelipur lara, 

 Sakit yang tidak kunjung sembuh, sakit mendalam hingga kalbu, sakit hingga ratusan tahun

 Bukan, bukan karena sawit.

 Bukan, bukan karena 

Tapi takdir atas persetujuan. Hitam diatas putih. 


Bapak, Bapak presiden

Aku pikir

Aku pikir lagi

Dan aku pikir - pikir lagi 

Bapak presiden, kepala negara, kepala pemerintahan berarti 

Semua nasib bergantung dengan tanda tangannya

Nasib saya, nasib mereka, nasib ya nasib 

Lalu, udara - langit, tanah - hutan, air - laut semua dalam kendali satu orang

Rakyat, numpang hidup? 

Tunggu tunggu

Aku pikir

Aku pikir lagi

Aku pikir pikir lagi

Rakyat 

Presiden

Negara

Dan pembuat puisi

Lalu ada pembaca puisi

Siapa yang lebih berani ? 

Aku pun takut diculik, takut di siram air keras, takut di kriminalkan

Kenapa jadi menakutkan ? Aku hanya ingin membuat puisi


Pesta babi, pestanya siapa?

Lihatlah anak kecil, menghisap lem

Lalu, anak perempuan hamil atas izin Tuhan tanpa suami, lewat mimpi. Mungkin itu kesalahan AirDrop

Dan para lakon pewayangan, membuat cerita tentang babi 

Babi - babi di kumpulkan dijadikan apa? 

Babi-babi terkumpul dan disuruh menegak air bah

Babi di Papua tidak pernah dan tidak akan menjadi 

-

Kutelusuri sejarah dan kejadian, di mana anak manis yang suka memberi itu dijadikan budak.

Mereka dibesarkan untuk berkata “iya” tanpa perlawanan

Yang melawan diculik dan dibuang tanpa pengenal

Semua yang terlihat manis, kadang berbahaya. Kadang menjadi racun dalam tubuh. Seperti gula yang kamu aduk ke dalam segelas teh hangat di pagi hari.

Sangat nikmat dan mematikan, tetap saja ada penawar yang dicantumkan. Suntikan insulin yang menunda kematian. 

Aku ingat, gadis papua yang kutemui di trotoar kampus yang tidak kusapa. Dia manis, dia memikul harapan dan doa. langkahnya tenang menyusuri cita-cita di hatinya. 

Dia terlihat baik tanpa dendam di wajahnya, memberikan senyuman kecil lewat tatapnya. Gadis itu terlalu indah untuk disebut sebagai 

Ada lagi, kakak. Dia memakai braid berwarna magenta menjuntai hingga ke pinggang. Aku mengelus dan menyentuh keindahan yang tidak kumiliki. Iya, aku tidak memiliki keindahan tanah Papua, bukan berarti aku rela dia diambil orang. 

Diculik, diambil satu persatu, atas nama opm. Merdeka dari siapa ? 

Orang Papua memiliki hak atas tanah Papua, orang Indonesia memiliki hak atas negara Indonesia. Dan Papua adalah NKRI. dan babi-babi itu masih di Papua hendak berpesta.

Aku sebagai anjing pun sedih, saat babi berpesta mungkin aku disuruh menjaga tanah tanah gersang milik tuan. Tidak ada tikus, tidak ada dolar, tapi saya tidak makan dolar.