Rabu, 10 Juni 2026

Kapan terakhir kali


 

Bila saja uang adalah kecantikan

Dan baju adalah kemakmuran

Apakah kamu masih menahan diri

Untuk menjadi dirimu

Apakah itu sudah cukup 

Agar kamu menerima sebuah 

Rasa hati yang tulus

Dan bakti 

Pada tubuh yang bekerja keras

Menopang agar kamu hidup

Jika uang adalah harga

Mengapa kecantikan itu lenyap

Tanpa disebut sebagai kebahagiaan

Izinkan 

Dear, my reader

 Teruntuk para pembaca

Izinkan aku menyapa

Bintang berkelip di malam 

Yang menambah keindahan 

Adalah kalian

Bagiku, sebuah kehormatan 

Ada penikmat puisi yang tulus

Dan kegembiraan 

Kalian menyukai baris baris kaku

Dan ketakutan 

Saat jari mulai ikut basa basi

Dengan kejadian hari ini

Rasa syukur

Saat tahu 

Kunjungan kalian adalah inisiatif

Selasa, 09 Juni 2026

Jejak

 .. 

Jejak itu nampak dari

Foot Print

Aroma tubuh yang menguar

Sentuhan

Air liur

Dan 

Tertinggal

Jejak itu membawa cerita

Dari kata

Dari waktu 

Dan residu


Kamis, 04 Juni 2026

Rasa cintaku

 Pohon 

 Bunga

 Dan aku

 Mungkin burung tekukur

Pohon mangga yang aku tanam, menjadi besar dan berbuah manis dan sudah ditebang kemarin

Bunga yang aku tanam dan kutinggalkan merantau, semoga dia baik baik saja

Aku disini yang hobi menulis puisi

 Burung tekukur yang aku bawa pulang tidak mau makan sendiri, membuat aku sedih

Garis garis kehidupan, seperti jalan yang sengaja diciptakan 

Entah Tuhan, entah manusia

Jalan jalan itu panjang 

Jalan jalan itu penuh cerita

Jalan jalan itupun ditanami bunga

Izinkan burung tekukur kau bernyanyi


Sebutkan tentang cantik


 


Janji alam

Kepada kecantikan, padamu aku mengiba

Rasa sayang, sebagai penghibur hati

Rasa cinta yang menenggelamkan hati

Dan waktu yang mencuri

Aku katakan kepada sang pemilik kecantikan,

Jika aku adalah pemilik

Dan engkau enggan memiliki

Pudarlah sang dewi

Terkena cahaya dan gelap menyelimuti


Jika Aku tidak bisa menulis puisi lagi

 Jika aku sudah tidak bisa 

Membuat puisi lagi, ingin kukatakan

Bahwa, cintaku pada puisi

Tidak pernah sirna

Aku izinkan 

Semua makhluk yang bernyawa

Menuliskan puisi

Tentang hati, yang selalu hati-hati

Tentang kata, yang selalu berkata-kata dalam diam

Dan pikir, yang selalu pikir-pikir dahulu

Dan, jari jemari tetap menari dengan keindahan lewat kata

Aku mau, puisiku sehidup dengan umur dunia, membasuh waktu

Yang menjadikan sejarah

Tetap terbaca kan oleh detik. 

Ya, aku mau 

Menulis puisi hingga aku tidak menulis lagi

MBG. Tidak ada yang gratis

 Tidak ada yang gratis

 Termasuk M B G

 lantas, bapak siapa yang bayar? 

 Bapak siapa, yang memberikan ide kata gratis

 Tis

 Bapak siapa, 

 Makanan bergizi, hak semua W N I 

yang keracunan M B G siapa? 

G nya, dari mana ? 

Siapa yang beli kata G ? Tidak beli 

Jika gratis, dari mana ? 

Apakah itu tidak pakai dolar seperti orang desa? 

Pakai apa, sayang? $olar

Ah, aku pusing memakai huruf G, 

bisakah aku hapus dari, puisiku

Atau ini sebuah pemaksaan, dari M B G

Makan, sudah benar 

Bergizi, tepat

G, apa? Tidak boleh kata gratis

Lalu, aku khawatir. Anakku pula yang makan M B (tidak pakai G) 

Maafkan ibu, ibu tidak mampu menghilangkan jejak jejak kesedihan