Such a calm ocean
In depth of dark
And lure wave
And wind join
In leave
.
Forest and mountain
In oases
And dessert
Maybe snow calling
And waterfall crying
I found you, in heart of khatulistiwa
Such a calm ocean
In depth of dark
And lure wave
And wind join
In leave
.
Forest and mountain
In oases
And dessert
Maybe snow calling
And waterfall crying
I found you, in heart of khatulistiwa
I see river
I see tear
I see fire
I see war
.
My heart
My Soul
My dreams
My live
My step
Belong
.
I see
We see
You see
They see
.
Its been
A good
A bad
And more
Since fire
Burn tear
Bury heart
And hope
We lost
In dust
And ashes
On fairy
But, volume
Keep growing
And accept
Some dolar
And solar
We know, That you know
And we know, you choose not know
Because know and not know is two tone
That close to deaf
And you choose deaf as know
Is hurt you?
To accept fire that burn heart
Is knowing
Allow you speak up
And accept compensation
And teary of fire
On ocean houses
Aku pergi ke dalam lautan
Dan kutemui
Monster
Yang tidak pernah diceritakan
Atau digambarkan
Aku pikir, dia pikir
Saya monster juga
.
I run off
From hand to hand
Home to home
To find my self
That lost on way
And its long way
Beside river, freeze
With no name
No cover up
Just me and breeze
On lay of fame
And lighting
With no clap
I see, my self
Still run off
From my body
That hurt
Within
Mencekam
Saat pijakan mulai bergeser
Dan dinding enggan menahan beban
Lalu luluh
Dan menjadi debu
Tanah pun bergoyang
Rumah
Dan pikiran
Lautan pun
Enggan meluap
.
Meluap lah
Menyembur lah
Bakarlah
Marahlah
Dan menangis
Hingga magma di jantungmu
Mengalir bagai bengawan
Mungkin kamu lelah
Terpendam dalam
Dan mulai menjerit
Tanpa tahu apa abu vulkanik
Yang terbang
Menjangkau awan, menjangkau
Kematian
Look at sky tonight
Look at darkest night
Look at shadow of life
Look at your depth Heart
May be, there is words
That you keep bury beside
Tears, and river
That reflected to your face
That you keep alive
.
I saw face like moon
Always there, with bright
With shadow too
With darkest and light
Or something more depth
With feel, with felt
And none to see in there
On moon of half
Or full moon
.
But, I
Here living inside
The moon of your heart
And your felt that I ease
Because the moon is mine
With all the shadow to reflected on each heart
Adakah hati yang tersesat
Lalu menengadah
Meminta pencipta
Ohh, adakah jalan menuju cahaya
Dan bintang-bintang berkelip
Di malam petang
Dan angin berhembus, membawa kabar
Kepulangan dan rindu
Menjadi satu air mata
Yang mengalir menuju anak sungai
Yang menyirami gerbangnya
Kehidupan cinta para pengelana
Kepada, sang pemilik hati yang tersesat
Apakah kamu tahu jalan pulang?
Atau memang kamu memutus takdir
Yang telah kamu bunuh, sedari janin
Dan tanpa sadar
Kamu mengubur, jiwa yang ingin hidup
Beterbangan, hinggap dipermukaan
Sebagian terhirup
Masuk ke paru paru manusia
Ayam, burung, sapi dan kucing
Dan sebagian hinggap di daun
Yang hijau, lalu layu
Dan tidak berbentuk lagi pohon
Tandus gersang, mendekati kematian
.
Di mana tanggung jawab kamu?
Atas bumi yang kamu gali
Dan kamu jual
Lalu istana megah tempat kamu lelap
Dan menjamu para kolega
.
Bumi itu milik
Rakyat yang tidak pandai bernegosiasi
Tidak mampu menyuarakan hak
Dan kehidupannya sempit
Tetap saja, diracun atas nama ekonomi keberlanjutan
.
Debu itu beterbangan
Atas nama perusahaan
Dan pemerintah yang membubuhkan
Tanda tangan
Lalu yang menelan
Aku, makhluk melata
Yang enggan hidup
UMR
UMR
UMR
UMR
4 juta
Harga rumah
1 M
Beli rumah
1 M : 4.000.000
250 bulan, 20 tahun + 10 bulan
?
Tidak beli rumah, gelandangan
Beli rumah, makan angin
Waktu telah memakan usia
Kutemukan diri
Dalam kuat
Dalam perasaan
Malam
Berselimut bulu
Dimandikan bintang
Ditemani sang raja
Hangat
Dalam tenda kecil
Hanya dengan
Api unggun
Yang dilarang padam
Dan susu telah diminum
Dan mimpi, membangunkan fajar
.
Aku larut
Dalam selimut malam
Dalam hembusan
Dalam lirih doa
Dalam tangisan
.
Malam
Sesunyi ini
mengunci hati
Mengunci pikir
Mengunci kehidupan
Mengunci aku
Aku pun larut dalam malam
Disisimu
Terpendam dalam
Kesunyian
Menyala dalam
Gemerlap kota
Aku adalah ruby
Ruby yang kamu pahat
Bulat, dan memancing mata
Mengkilap
Terpesona.
Ruby itu menjadi milik
Dan kecantikan akan abadi
Di usia yang senja
Dan semakin senja
Bumi yang gersang, bumi yang hampir mati
Bumi yang tandus, bumi yang kering
Merindu akan hujan
Hujan lembut dan terpercaya
Membawa kehidupan
Membawa harapan
.
Puisi
Menjadi pengobat, puisi penyembuh
Puisi kehilangan, puisi kerinduan
Puisi kehormatan
Kepada puisi, sampaikan perasaan rindu
Pada pemilik hati
Yang tidak lagi
Tidur nyenyak
Sampaikan bahwa malam
Menjadi sangat dingin
Siang menjadi panas
Air menjadi asin
Dan bumi kemarau
Kepadamu sang kasih
Jika saja, laut bisa terbelah lagi
Aku akan mencuri
Hati yang engkau asingkan
Rumah Tuhan
Rumah manusia
Rumah dalam mimpi
Dan perjalanan sunyi
.
Kerinduan
Tanpa akhir, tanpa kepastian
Dan panggilan
Adalah kesyukuran
Aku tersesat di lautan pikiran
Menimbun batu, meledak
Dan Lapindo mengusir orang,
Mematahkan cita & cinta
.
Mungkin, katamu yang manis
Sangat menyesatkan hati
Yang teguh pada pertiwi
Menjual demi dolar
Dan meninggalkan rupiah
Yang hendak terjun
Ke dunia baru.
.
Kita tahu, kita pernah
Bahkan masih mengingat
Dan membaca diary
Tentang cerita yang layak
Untuk dikatakan
Bahwa sesat
Adalah perjalanan menuju
Kebenaran
Where is spring water
To make a live
To make flower growing
And tree
And root
And fish
.
I found a spring
But water came a long
With river
And sea
.
I found a spring water
In you
And Build House
That keep us warm
We could do
Little bit about land
And home
That belong to children
Sleep at ease
And dreaming
Beauty day
.
We did
Make a home
That belong
To our origin
And belong to child
And our beloved